BANGKAPOS.COM, BINJAI .Kapolres Binjai, AKBP Musa Tampubolon membantah adanya tudingan yang
menyebut bahwa polisi disuap oleh pelapor agar menangkap dan menembak
tersangka Junaidi.
"Nggak ada itu. Siapa yang bilang kami
disuap. Kami melakukan penangkapan hanya berdasarkan laporan yang sudah
kita terima, jadi bukan berdasarkan suruhan orang," tegas Musa saat temu
pers di Polres Binjai, Minggu (2/9/2012).
Menurut keterangan
Kabid Humas Polres Binjai, Raden Heru Prakoso, laporan yang diterima
oleh Polres Binjai yakni penganiayaan, kekerasan, pencurian dan
pemerasan. Adapun korban tersangka Junaidi yang melapor yakni inisial D,
M, CA, dan CW.
"Mulai dari Desember 2011 kami sudah menerima
laporan, dan terakhir kali kami terima 27 Juli 2012 kemarin, pelapornya
CW. Namun, kalau sesuai dengan hasil identifikasi kita, tersangka
inisial J ini sudah melakukan tindak pidana sebanyak 10 kali," ungkap
Kabid Humas Polres Binjai, Raden Heru Prakoso yang mendampingi Kapolres
Binjai.
Raden Heru Prakoso membantah bahwa Polisi yang melakukan
penangkapan tidak melakukan penganiayaan dengan menembak kaki tersangka
Junaidi. Namun menurutnya, penembakan yang dilakukan terhadap tersangka
Junaidi itu, sudah sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP).
"Sebenarnya
tersangka inisial J ini ditembak karena melawan petugas. Sejak awal
penangkapan dia sudah mulai melawan, kemudian saat melakukan
pengembangan di rumah inisial J dia juga berusaha melarikan diri jadi
ditembak oleh Polisi," kilahnya.
Terkait kerusuhan yang dilakukan
oleh warga sejak di RSUD Djoelham Binjai hingga pembakaran dua ruko,
Kapolres Binjai, Musa Tampubolon mengatakan akan melakukan penindakan
jika polisi sudah mengumpulkan bukti-bukti.
"Jika memang sudah
masuk dalam tindak pidana, kami akan tetap proses sesuai dengan hukum.
Mulai dari pemecahan kaca di RSUD Djoelham Binjai hingga pengrusakan dua
ruko, saya tahu siapa orangnya," terangnya.
Musa membenarkan
bahwa pengrusakan dua ruko di Jalan Sudirman, kepolisian hanya berhasil
menangkap dua pelaku. Adapun inisial pelaku yakni SP dan G warga Jalan
Imam Bonjol.
"Keduannya kita tangkap tangan saat melakukan
pengrusakan. Mereka merusak dua ruko dengan isinya, dan membakar meja
kursi, warnet, dan dua unit sepeda motor," ucapnya.
Lambatnya
antisipasi kerusuhan Polres Binjai hingga dua ruko dirusak massa,
Kapolres Binjai tidak membantah. Namun menurutnya, Kepolisian sudah
melakukan upaya antisipasi, dengan mengirimkan petugas di berbagai titik
yakni Imam Bonjol, Ramayana Robinson dan Asia King Smart, sehingga
konsentrasi kepolisian pecah pada saat itu.
"Kalau mau menilai
kami lambat silahkan. Tapi kami sudah melakukan antisipasi dengan
mengirim ke beberapa titik. Karena kami dengar akan ada aksi penjarahan
di Ramayana dan lainnya. Jadi saya pada saat itu masih melihat
psikologis massa baru bertindak," kilahnya.
Kapolres Binjai Musa
dan Kabid Humas Raden Heru Prakoso saat ditanya keberadaan pemilik toko
sekaligus pelapor bernisial CW, tidak bersedia memberi tahu.
"Mungkin
sekarang sudah di rumah keluarganya. Mungkin mereka saat ini ketakutan.
Tapi kita tetap melakukan penagamanan, apalagi mereka meminta untuk
dijaga," paparnya
- See more at: http://dapur-tutorial.blogspot.com/2012/11/cara-membuat-read-more-otomatis-di-blog.html#sthash.fUxpNOOb.dpuf
Langganan:
Posting Komentar (Atom)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar